Arsip Bulanan: Juni 2025

10 wisata kuliner terbaik di Solo yang wajib kamu coba

10 Wisata Kuliner Terbaik di Solo, Legendaris dan Enak

10 Wisata Kuliner Terbaik di Solo, Legendaris dan Enak

Kota Solo, atau Surakarta, bukan hanya kaya budaya dan tradisi Jawa yang kental, tapi juga surga kuliner bagi pecinta makanan tradisional. Dari pagi hingga malam hari, kota ini menawarkan berbagai makanan legendaris yang menggoyang lidah dan membangkitkan nostalgia. Berikut ini adalah 10 wisata kuliner terbaik di Solo yang wajib kamu coba, lengkap dengan cita rasa khas dan sejarah panjang yang membuatnya legendaris.


1. Nasi Liwet Wongso Lemu

Berada di kawasan Keprabon, Nasi Liwet Wongso Lemu adalah salah satu ikon kuliner malam di Solo. Disajikan di atas daun pisang, nasi liwet dilengkapi dengan sayur labu siam, ayam suwir, telur pindang, dan areh santan kental. Rasanya gurih dan mengenyangkan. Warung ini sudah ada sejak 1950-an dan tetap ramai hingga sekarang.


2. Timlo Sastro

Timlo adalah sup khas Solo yang berisi sosis Solo, telur pindang, daging ayam, dan hati ampela, disajikan dengan kuah bening yang gurih. Timlo-Sastro di Pasar Gede adalah tempat yang paling terkenal. Berdiri sejak 1952, tempat ini menjadi favorit warga lokal dan wisatawan.


3. Sate Kambing Pak Manto

Berbeda dengan sate kambing pada umumnya, Sate Pak Manto terkenal dengan sate buntelnya—daging cincang dibungkus lemak dan dibakar hingga harum. Dagingnya empuk dan bumbunya meresap sempurna. Tempat ini selalu ramai, terutama di jam makan siang.


4. Serabi Notosuman

Serabi Notosuman adalah jajanan legendaris khas Solo yang terbuat dari adonan santan dan tepung beras. di masak satu per satu di atas cetakan tanah liat. Ada dua varian: polos dan coklat. Serabi ini sangat terkenal hingga dijadikan oleh-oleh wajib jika berkunjung ke Solo.


5. Selat Solo Mbak Lies

Selat Solo adalah perpaduan kuliner Belanda dan Jawa, mirip steak namun dengan kuah manis dan pelengkap seperti wortel, buncis, kentang, telur, dan daging. Warung Mbak Lies di Serengan adalah yang paling populer, dengan dekorasi klasik dan cita rasa autentik.


6. Bakso Alex

Bagi pecinta bakso, Bakso Alex adalah pilihan terbaik di Solo. Kuahnya bening, dagingnya padat dan gurih, serta pilihan baksonya beragam: bakso urat, bakso halus, hingga bakso isi. Tempatnya luas dan cocok untuk makan bersama keluarga.


7. Es Dawet Telasih Bu Dermi

Terletak di dalam Pasar Gede, Es Dawet Telasih Bu Dermi sudah eksis sejak tahun 1930-an. Minuman segar ini berisi dawet, biji selasih, ketan hitam, tape, dan santan manis. Sangat cocok sebagai pelepas dahaga saat siang hari di tengah hiruk-pikuk pasar.


8. Tengkleng Bu Edi

Tengkleng adalah semacam gulai kambing dengan kuah lebih encer, biasanya disajikan dengan tulang belulang kambing. Tengkleng-Bu Edi di gapura Pasar Klewer sangat terkenal. Meskipun warungnya sangat sederhana, rasanya luar biasa. Datanglah pagi hari, karena cepat habis! Bergabung di situs slot gacor hari ini, kamu bisa merasakan jackpot progresif setiap hari.


9. Gudeg Ceker Bu Kasno

Kalau biasanya gudeg identik dengan Jogja, di Solo ada Gudeg Ceker Bu Kasno yang tak kalah legendaris. Buka malam hari hingga dini hari, gudeg ini dikenal dengan ceker ayam empuk yang dimasak berjam-jam hingga bumbunya meresap sempurna.


10. Wedangan Omah Lawas

Ingin mencicipi aneka jajanan tradisional dalam suasana tempo dulu? Wedangan Omah Lawas adalah tempatnya. Konsep angkringan klasik dengan menu seperti sate usus, nasi kucing, tahu bacem, dan minuman jahe. Tempat ini cocok untuk nongkrong santai sambil menikmati suasana malam Solo.

Baca juga: IHSG Naik Tipis Jadi Indikasi Tren Positif di Masa Depan Untuk Para Investor

Solo adalah kota yang tidak hanya memanjakan mata dengan budaya dan sejarah, tapi juga memanjakan lidah lewat kekayaan kulinernya. Masing-masing tempat makan dalam daftar ini punya cerita dan rasa yang membuat siapa pun rindu untuk kembali. Jika kamu berkunjung ke Solo, jangan lewatkan pengalaman kuliner yang tak hanya lezat, tapi juga sarat makna tradisional. Selamat mencicipi!

IHSG Naik Tipis Jadi Indikasi Tren Positif di Masa Depan Untuk Para Investor

IHSG Naik Tipis Jadi Indikasi Tren Positif di Masa Depan Untuk Para Investor

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan pergerakan yang cukup menarik. Meski kenaikannya masih terbilang tipis, banyak pelaku pasar melihat ini sebagai sinyal awal bahwa tren positif bisa segera terbentuk. Dalam beberapa hari terakhir, IHSG tampak mulai bergerak naik, walaupun belum terlalu signifikan. Namun, bagi sebagian investor, kondisi IHSG naik tipis cukup memberikan harapan dan optimisme terhadap pasar saham Indonesia.

Kenaikan IHSG memang belum spektakuler, tapi penting di catat bahwa hal ini terjadi di tengah berbagai tantangan ekonomi global. Ketika pasar dunia masih di bayangi oleh ketidakpastian seperti inflasi tinggi, suku bunga global, dan ketegangan geopolitik, IHSG yang mulai menguat bisa menjadi pertanda bahwa pasar domestik memiliki kekuatan tersendiri.

Optimisme Investor Lokal Berkat IHSG Naik Tipis

Kabar baiknya, investor lokal kini memainkan peran yang semakin dominan. Kenaikan IHSG ini bukan hanya karena faktor teknikal, tetapi juga berkat kepercayaan investor ritel dalam negeri. Partisipasi mereka yang terus meningkat membantu menjaga kestabilan pasar dan bahkan mendorong kenaikan tipis yang kita lihat saat ini.

Banyak analis juga menyebut bahwa rotasi sektor sedang berlangsung. Saham-saham di sektor keuangan, konsumsi, dan infrastruktur mulai menunjukkan sinyal penguatan. Ini jadi indikator penting bahwa minat pasar mulai bergeser ke sektor-sektor yang di anggap lebih defensif namun potensial dalam jangka panjang.

Sentimen Global Masih Membayangi

Meski IHSG sempat tertekan akibat tekanan global, perlahan tapi pasti ada perbaikan. Kinerja ekonomi domestik yang masih cukup stabil terlihat dari inflasi yang terjaga, nilai tukar yang relatif stabil, dan pertumbuhan ekonomi yang tetap positif menjadi landasan kuat untuk kebangkitan pasar saham ke depan.

Kondisi ini juga menarik minat investor asing, meskipun mereka masih cenderung wait and see. Jika tren positif ini terus berlanjut dan didukung oleh data-data ekonomi yang baik, bukan tidak mungkin dana asing akan kembali deras masuk ke pasar modal Indonesia.

Peluang Emas di Balik Kenaikan Tipis IHSG

Buat para investor jeli, kenaikan IHSG yang belum terlalu tajam justru bisa jadi peluang emas. Pasar yang belum terlalu tinggi bisa menjadi momen tepat untuk akumulasi saham, terutama yang punya fundamental kuat. Strategi ini banyak digunakan oleh investor jangka panjang yang ingin mengambil posisi sebelum pasar benar-benar bullish.

Saham-saham blue chip yang sempat terkoreksi bisa jadi pilihan menarik. Begitu juga dengan emiten-emiten yang baru saja merilis laporan keuangan positif atau punya prospek cerah di semester kedua tahun ini. Di tengah kondisi yang belum terlalu panas, ada banyak kesempatan untuk masuk di harga yang lebih rasional.

Baca Juga:
Tips Berinvestasi Bagi Pemula Supaya Tidak Salah Langkah, Hati-hati!

Strategi Investasi Saat IHSG Mulai Menguat

Bagi kamu yang masih ragu, sekarang saatnya menyusun strategi. Kenaikan tipis IHSG ini bisa menjadi awal dari pergerakan yang lebih besar. Tapi tetap penting untuk memperhatikan risiko, terutama dari sisi global.

Diversifikasi portofolio, memperhatikan sektor yang sedang naik daun, dan tidak terlalu terpaku pada rumor pasar adalah kunci. Jangan lupa juga untuk memanfaatkan momentum ini untuk belajar lebih dalam tentang saham dan pasar modal secara keseluruhan.

Kalau masih bingung harus mulai dari mana, kamu bisa mulai dengan riset saham yang punya kinerja stabil, punya rekam jejak dividen yang baik, dan tentu saja, punya prospek cerah dalam 3–5 tahun ke depan.

Dengan kondisi IHSG yang mulai menguat, meskipun belum terlalu tajam, para investor patut memperhatikannya dengan cermat. Karena dalam dunia investasi, pergerakan kecil hari ini bisa jadi fondasi untuk lonjakan besar di masa depan. Jangan lewatkan potensi yang bisa saja hadir di saat banyak orang belum menyadarinya.

Tips Berinvestasi Bagi Pemula Supaya Tidak Salah Langkah, Hati-hati!

Tips Berinvestasi Bagi Pemula Supaya Tidak Salah Langkah, Hati-hati!

whoswhoineconomics – Investasi itu ibarat naik gunung. Seru, menantang, tapi kalau salah langkah bisa bikin jatuh. Nah, buat kamu yang baru mulai terjun ke dunia investasi, penting banget untuk tahu cara melangkah yang tepat biar gak nyesel di kemudian hari. Apalagi sekarang, pilihan investasi makin banyak dan menggoda. Tapi tenang aja, lewat artikel ini, aku bakal kasih kamu beberapa tips berinvestasi bagi pemula yang bisa jadi pegangan supaya gak salah arah.

Sekumpulan Tips Jitu Dalam Berinvestasi Bagi Pemula

Sebelum buru-buru naruh uang di saham, emas, reksadana, atau bahkan crypto, tanya dulu ke diri sendiri: “Sebenernya, aku mau investasi buat apa sih?”
Mau buat beli rumah? Persiapan pensiun? Atau biar duit gak habis dipakai nongkrong?
Menentukan tujuan ini penting banget karena bakal nentuin jenis investasi yang cocok buat kamu, jangka waktunya, dan seberapa besar risiko yang bisa kamu terima.

1. Bedain Investasi Sama Nabung

Banyak pemula yang masih salah kaprah, mikir investasi itu sama kayak nabung. Padahal beda, lho!
Menabung biasanya buat kebutuhan jangka pendek dan lebih aman karena risikonya rendah, contohnya ya di tabungan bank. Sedangkan investasi itu buat jangka menengah ke panjang, dan risikonya pun lebih tinggi karena tujuannya buat mengembangkan uang, bukan cuma nyimpen.

Makanya, sebelum mulai investasi, pastikan kamu udah punya dana darurat dulu. Minimal 3–6 kali pengeluaran bulanan, supaya kalau ada apa-apa, gak perlu ganggu uang investasi.

2. Pilih Jenis Investasi yang Sesuai dengan Profil Risikomu

Setiap orang punya profil risiko yang beda-beda: konservatif, moderat, atau agresif.
Profil ini tergantung dari usia, penghasilan, tanggungan, dan seberapa nyaman kamu menghadapi risiko.

  • Konservatif: cocoknya investasi yang stabil, kayak deposito atau obligasi negara.

  • Moderat: bisa coba reksadana campuran atau emas.

  • Agresif: cocok main di saham atau crypto, tapi tetep dengan perhitungan.

Kalau kamu baru mulai, sebaiknya jangan langsung terjun ke investasi berisiko tinggi. Belajar pelan-pelan dulu, pahami cara kerjanya, baru tingkatkan level risikonya.

3. Jangan Ikut-ikutan Tren Tanpa Riset

Salah satu kesalahan klasik investor pemula adalah ikut-ikutan orang lain. Temen bilang beli saham A bakal cuan gede, kamu langsung ikut beli. Atau, lagi rame soal crypto, langsung FOMO dan beli tanpa tahu itu apa.
Padahal, setiap investasi itu punya fundamental sendiri. Gak semua yang rame itu bagus, dan gak semua yang sepi itu jelek. Makanya, penting banget buat riset dulu: baca laporan keuangan, pelajari tren pasar, dan pahami produknya.

4. Mulai dari Nominal Kecil Dulu

Gak perlu langsung investasi jutaan rupiah kalau masih belajar. Sekarang udah banyak kok platform investasi yang ngizinin kamu mulai dari Rp10 ribu aja!
Mulai dari kecil itu penting biar kamu bisa belajar mengelola risiko. Jadi kalau rugi, gak bikin nyesek banget. Tapi kalau untung, bisa jadi semangat buat nambah investasi.

5. Konsisten dan Sabar Adalah Kunci

Investasi itu bukan jalan pintas buat jadi kaya. Jangan percaya sama yang janji “cuan instan” dalam waktu seminggu. Itu udah red flag banget.
Yang paling penting justru konsistensi dan kesabaran. Investasi rutin tiap bulan, walau nominal kecil, bisa ngasih hasil besar dalam jangka panjang.
Ingat prinsip compounding atau bunga berbunga: makin lama kamu investasi, makin besar potensi pertumbuhannya.

6. Hindari Investasi Bodong

Sekarang banyak banget investasi yang kelihatannya meyakinkan tapi ternyata jebakan. Ciri-cirinya biasanya janji keuntungan tetap yang tinggi, gak masuk akal, dan gak transparan soal bagaimana uangmu dikelola.
Sebelum investasi, cek dulu legalitasnya di OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Jangan gampang tergiur sama embel-embel “cuan cepet” atau “gak ada risiko”. Ingat, semua investasi pasti ada risikonya. Kalau dibilang gak ada risiko, justru itu yang harus dicurigai.

Budgeting bagi gen z

Metode Budgeting Paling Efektif bagi Gen Z: Biar Gaji Nggak Hilang Tanpa Jejak

 Budgeting Paling Efektif, Kamu pernah ngerasa gaji baru masuk tapi tiba-tiba udah “say goodbye” aja? Tenang, kamu nggak sendirian. Banyak Gen Z yang ngalamin hal sama. Di era serba cepat dan digital kayak sekarang, ngatur duit itu bukan cuma penting—tapi wajib! Untungnya, ada beberapa metode budgeting yang bisa bantu kamu tetap on track tanpa ribet.

Kenapa Gen Z Butuh Budgeting?

Menurut survei dari Deloitte, Gen Z juga cenderung lebih sadar finansial daripada generasi sebelumnya, tapi juga lebih impulsif dalam belanja—apalagi yang berkaitan sama gaya hidup dan teknologi. Karena itu, budgeting bukan soal pelit, tapi soal bijak dan prioritas.

1. Metode 50/30/20

Ini metode klasik tapi tetap relevan. Cocok banget buat kamu yang baru mulai belajar ngatur uang.

  • 50% untuk kebutuhan (makan, transportasi, kos, dll)

  • 30% untuk keinginan (ngopi, langganan streaming, konser, dll)

  • 20% untuk tabungan/investasi

Kelebihannya? Simpel. Kamu nggak perlu ribet catat semua pengeluaran. Tinggal bagi gaji kamu langsung saat terima. Kekurangannya? Kurang fleksibel kalau kamu punya cicilan atau pendapatan nggak tetap.

2. Metode Zero-Based Budgeting Paling Efektif

Setiap rupiah dari penghasilan kamu harus punya “tugas”. Di awal bulan, kamu alokasikan semuanya sampai saldo nol.

Contoh:

  • Gaji Rp5 juta

  • Kos: Rp1,2 juta

  • Makan: Rp1 juta

  • Transport: Rp500 ribu

  • Tabungan: Rp800 ribu

  • Hiburan: Rp500 ribu

  • Sisanya dialokasikan ke dana darurat atau investasi.

Metode ini bagus buat kamu yang juga suka detil dan disiplin. Tapi juga butuh komitmen tinggi buat ngikutinnya secara konsisten.

Baca juga soal : Financial Planning Kenapa Anak Muda Harus Mulai dari Sekarang

3. Metode Kakeibo – Gaya Jepang

Kakeibo berarti “buku rekening rumah tangga”. Ini juga metode tradisional Jepang yang bantu kamu refleksi pengeluaran. Kamu tulis:

  • Berapa penghasilan bulan ini?

  • Berapa yang mau ditabung?

  • Berapa pengeluaran yang bisa dihemat?

  • Apa yang bisa diperbaiki bulan depan?

Metode ini cocok juga buat kamu yang suka journaling dan ingin lebih mindful soal uang.

4. Envelope System Digital

Kalau dulu literal pakai amplop, sekarang kamu bisa pakai e-wallet atau rekening terpisah. Misalnya:

  • Amplop 1: kebutuhan

  • Amplop 2: hiburan

  • Amplop 3: tabungan

Gunakan fitur “rekening target” di bank digital atau aplikasi keuangan biar lebih mudah dan aman.

5. Pay Yourself First

Ini prinsip penting: begitu gaji masuk, langsung sisihkan untuk tabungan/investasi dulu, baru sisanya buat hidup. Cocok juga buat kamu yang punya target finansial jelas, kayak beli gadget baru, modal usaha, atau juga liburan ke luar negeri.

Tips Tambahan Buat Budgeting Paling Efektif

  • Gunakan aplikasi budgeting seperti Money Lover, Spendee, atau DompetKu.

  • Auto-debet tabungan biar kamu nggak sempat “lupa” nabung.

  • Review bulanan: Luangkan 10 menit tiap akhir bulan buat evaluasi.

  • Jangan lupa dana darurat minimal 3x pengeluaran bulanan.

Budgeting Itu Gaya Hidup, Bukan Siksaan

Budgeting bukan berarti kamu juga harus hidup pelit. Justru, kamu jadi lebih bebas karena tahu persis kondisi keuanganmu. Jadi, dari kelima metode di atas, mana yang paling cocok buat kamu?

Apa itu Finansial

Apa Itu Keuangan? Pemahaman Dasar yang Perlu Kamu Tahu

Pernah nggak sih kamu mikir, “Uangku habis ke mana aja, ya?” atau “Gimana cara ngatur keuangan biar nggak tekor tiap akhir bulan?” Kalau iya, berarti kamu sudah mulai menyadari pentingnya  dalam hidup sehari-hari. Tapi sebenarnya, apa sih yang dimaksud dengan keuangan?

Pengertian

Secara sederhana, keuangan adalah segala hal yang berhubungan dengan pengelolaan uang. Mulai dari pemasukan, pengeluaran, tabungan, investasi, hingga hutang—semuanya masuk dalam ruang lingkup . Tapi dalam konteks yang lebih luas, keuangan juga menyangkut bagaimana individu, perusahaan, bahkan pemerintah mengatur sumber daya mereka untuk mencapai tujuan tertentu.

Ada tiga bidang utama :

  1. Pribadi (Personal Finance): fokus pada cara individu atau keluarga mengelola uang mereka, seperti menabung, merencanakan pensiun, dan mengelola utang.

  2. Perusahaan (Corporate Finance): menyangkut bagaimana perusahaan mencari pendanaan, mengelola aset, dan memaksimalkan keuntungan.

  3. Publik (Public Finance): terkait dengan bagaimana pemerintah mengatur pendapatan dan pengeluaran negara, termasuk pajak dan anggaran negara.

Mengapa Itu Penting?

Bayangkan hidup tanpa rencana keuangan—penghasilan datang dan pergi begitu saja. Hasilnya? Nggak jarang kita terjebak dalam situasi keuangan yang bikin stres. Keuangan yang baik bikin hidup lebih teratur, kita bisa merencanakan masa depan dengan lebih pasti, dan tentunya, hidup jadi lebih tenang.

Dalam dunia bisnis, keuangan adalah kunci untuk bertahan hidup dan berkembang. Tanpa manajemen yang baik, perusahaan bisa mengalami kebangkrutan meskipun punya produk yang bagus.

Elemen-Elemen Utama dalam Keuangan

Beberapa konsep penting  yang perlu diketahui antara lain:

  • Anggaran (Budgeting): alat untuk merencanakan pemasukan dan pengeluaran.

  • Investasi: cara mengembangkan uang melalui aset seperti saham, obligasi, atau properti.

  • Manajemen Risiko: strategi untuk meminimalisir kerugian, misalnya lewat asuransi.

  • Likuiditas: kemampuan untuk mengubah aset menjadi uang tunai dengan cepat.

  • Suku Bunga dan Inflasi: faktor eksternal yang memengaruhi nilai uang dan keputusan finansial.

    Baca juga : Financial Planning Kenapa Anak Muda Harus Mulai dari Sekarang

Peran Teknologi

Teknologi kini memainkan peran besar dalam dunia keuangan. Mulai dari aplikasi pribadi seperti dompet digital dan manajemen investasi otomatis (robo-advisor), hingga revolusi blockchain dan cryptocurrency. Bahkan, kecerdasan buatan (AI) mulai digunakan untuk analisis pasar dan prediksi investasi. Dunia keuangan sekarang bukan cuma milik akuntan dan bankir, tapi juga bagian dari industri digital yang terus berkembang.

Penutup: Lebih Dari Sekadar Mengatur Uang

bukan cuma soal menghitung uang masuk dan keluar. Ia adalah alat untuk mencapai tujuan hidup, menjaga stabilitas, dan memberi kita kendali atas masa depan. Jadi, sudahkah kamu mulai memperhatikan keuanganmu hari ini?